Arief Ingin Kepri Prioritaskan Pembangunan Sektor Pariwisata

Arief Ingin Kepri Prioritaskan Pembangunan Sektor Pariwisata

Menpar Arief Yahya ketika memberikan arahan mengenai pembangunan pariwiata Kepri ke depan, Ia menyampaikan agar¬† arah pembangunan Provinsi Kepri sama dan seiring dengan target-target besar Kemenpar dan juga inline dengan apa yang dimaui Presiden Joko Widodo akan core economy bangsa Indonesia ke depan. “Beliau sudah menetapkan DNA Indonesia yang bisa bersaing di global level hanya ada di sektor pariwisata. Paling enak, paling mudah, ikut sama arah yang sedang dituju Presiden, karena pasti sejalan,” ujar Menteri Arief.

Di depan Gubernur Kepri Nurdin Basyirun dan seluruh kepala dinas di provinsi itu, Arief Yahya memaparkan mengapa Kepri harus menjadikan pariwisata sebagai ujung tombak? “Pertama, trend pariwisata terus meningkat dalam lima tahun terakhir, dan melejit dalam dua tahun terkhir ini. Datanya bisa dilihat,” jelas Arief.

Sebaliknya, oil and gas (minyak dan gas bumi), coal (batu bara), kelapa sawit (CPO) terus menurun, sehingga diperkirakan 2019, pariwisata sudah menjadi penyumbang devisa terbesar di Indonesia. “Ini penting, Riau saja yang selama ini penghasil minyak mentah terbesar di Indonesia sekarang sudah mulai switch ke pariwisata. Kepri sudah punya potensi dan lebih dekat dari Singapura, inilah modal utama” ungkap Mantan Dirut PT Telkom ini.

Alasan lain, Arief Yahya mengajak flash back di revolusi industri, mengingat kembali pikiran-pikiran Alvin Toffler. Dia membagi revolusi ke dalam tiga fase gelombang. Yakni agriculture, manufacture, teknologi informasi, saat ini ada sudah masuk ke era cultural industry. “Pariwisata ada di gelombang ke empat, yakni cultural industry atau creative industry,” ungkap Marketeers of The Year 2013 versi MarkPlus itu.

Karena itu, penting bagi Gubernur sebagai CEO Kepri untuk memastikan portofolio bisnis daerahnya. Mau ditetapkan sebagai daerah apa? Industri apa yang akan dikembangkan oleh daerah? “Ini dulu bagian terpenting yang harus diputuskan. Arah dulu yang dipastikan, setelah itu baru kerahkan seluruh sumberdaya manusia dan budgeting menuju ke arah tersebut,” paparnya***