Bimbingan Teknis Pengemasan Produk Wisata,Sejarah dan Warisan Budaya

Bimbingan Teknis Pengemasan Produk Wisata,Sejarah dan Warisan Budaya

Tanjungpinang,Pulau Penyengat-23 Januari 2019,,Kementerian Pariwisata (Kemenpar) semakin agresif membangun Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) salah salah satunya dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dalam sebuah kegiatan Pengemasan Produk Wisata Sejarah dan Warisan Budaya,kegiatan ini berlangsung dari tanggal 23 s/d 30 Januari 2019 bertempat di Balai Adat Indera Perkasa Pulau Penyengat,dimana kegiatan ini ditujukan bagi para pelaku pariwisata kota Tanjungpinang Kepulauan Riau.

Dalam mendongkrak potensi sejarah dan budaya Kepri,Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan-Ni Wayan Giri Adnyani melakukan kegiatan Bimbingan Teknis yang diikuti oleh 30 orang pelaku wisata diTanjungpinang yang terdiri dari Dinas Pariwisata Kota Tanjungpinang,Pokdarwis,Komunitas,masyarakat kampung adat serta pelaku usaha pariwisata,dimana bimtek ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi kepada stakeholder pariwisata terkait pengemasan produk wisata dipulau Penyengat yang memiliki potensi besar dalam produk wisata sejarah dan warisan budaya.Tujuan utama dari bimtek ini memberikan beberapa output bagi para peserta agar dapat melakukan identifikasi produk dan juga dapat menganalisa pasar serta signifikansi produk,karna wisata budaya bukan pasar mass tourism tetapi special interest tourism sehingga kebutuhan dan cara pemenuhannya lebih spesifik,untuk itu sejumlah narasumber yang sangat berkompeten telah dihadirkan seperti ; Wiwien T Wiyonoputri,Almely Melviana,serta Raja M Syafarullah.

Kementerian Pariwisata-Menyambut baik pelaksanaan bimtek ini,menurutnya merupakan langkah strategis untuk menggali kekuatan sejarah dan budaya yang dimiliki Kepulauan Riau,dimana pariwisata itu terkait erat dengan kedekatan atau proximity baik dekat secara jarak maupun dekat secara budaya,tinggal bagaimana pengemasannya sehingga menjadi sebuah paket yang menarik wisatawan,salah satu contoh wisatawan Malaysia dan Singapore seperti terasa belum sah sebagai orang melayu kalau belum datang ke Pulau Penyengat,kuncinya seperti itu,jelas Menteri Pariwisata,” Arief Yahya.(*)

(posting by : Welly)