Wisatawan Mancanegara Berburu Kuliner Ramadan di Batam

Wisatawan Mancanegara Berburu Kuliner Ramadan di Batam

Selain  menjadi bulan untuk berlomba-lomba mengumpulkan pahala di bulan suci, bulan Ramadan juga merupakan momen tepat untuk memanjakan lidah dengan berbagai menu yang justru jarang dijumpai pada bulan-bulan biasa. Ramadan bukan hanya penuh berkah, tapi juga penuh selera.

Hal ini sangat terasa di Batam, Kepri. Banyak warga yang berjualan menu-menu unik, khas, langka nan menggugah selera dalam bazar di kawasan Nagoya. Lokasi ini sudah menjadi “destinasi kuliner” yang selalu heboh di saat ngabuburit menjelang buka puasa.

Selain Nagoya, bazar juga diselenggarakan di tempat lain. Beberapa bazar hanya digelar sore hari. Namun, ada beberapa yang hingga tengah malam. Hal itu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Banyak wisatawan mancanegara yang rela datang ke Batam hanya untuk berburu kuliner.

“Inilah yang dinamakan Pesona Ramadan 2017. Orang sudah mulai datang ke Batam untuk alasan kuliner. Mencari sensasi kuliner, menjadi tujuan utama mereka berwisata ke Batam. Ini perkembangan yang luar biasa, karena Batam bukan hanya wisata belaja dan alam, tetapi juga budaya kuliner”, sebut Buralimar, Kadispar Kepri.

Boer (sapaan Kadispar Kepri) mencuplik kata-kata Menpar Arief Yahya, bahwa kuliner adalah bagian dari budaya atau culture. Karena kuliner itu tidak dating tiba-tiba. Bumbu masakan sup ikan Batam, misalnya, itu tidak datang tiba-tiba melainkan melalui proses yang panjang, bumbu yang trial and error, dan dikerjakan secara turun temurun menjadi warisan budaya.

Salah seolah wisman yang datang ke Batam adalah Kevin. Pria asal Skotlandia yang bekerja di Thailand itu sengaja datang ke Batam saat Ramadan.

“Kalau Ramadan makanan enak-enak dan unik-unik yang banyak dijual”, ujar Kevin di Terminal Ferry International Batam Center, Jumat (26/5). Kevin mengaku tak hanya tertarik dengan kuliner Indonesia yang lezat. Dia juga tak menampik fakta bahwa makanan Indonesia memiliki harga yang murah.

“Harganya sangat terjangkau”, kata Kevin, untuk tidak terlalu menyebut dengan istilah murah.

Kevin akan menghabiskan waktu untuk berburu kuliner di Batam selama tiga hari. Menariknya, Kevin hanya ingin menikmati jajanan Ramadan di pasar terbuka.

“Karena hanya makanan di sana (bazar) yang asli cita rasa Indonesia”, tutur Kevin.

Wisman asal Korsel di Bazar Ramadhan Pasar Sei Harapan, Batam

Wisman asal Korsel di Bazar Ramadhan Pasar Sei Harapan, Batam

Sementara itu, Nora mengaku sedang menunggu kedatangan dua temannya, Chris dari Inggris dan Betris dari Prancis. Nora mengatakan, kedua temannya itu sangat menggemari traveling. Menurut Nora, keduanya sengaja datang ke Batam karena ingin berwisata kuliner selama Ramadan.

“Mereka bilang ingin merasakan suasana Ramadan di Indonesia, bagaimana buka puasa dan makan sahur”,  jelas wanita kelahiran Sumatera Barat ini.

Wanita yang menggemari traveling itu menambahkan, Chris dan Betris juga ingin melihat budaya masyarakat Batam saat Ramadan.

“Dari bersikap toleransi, aktivitas beribadah ke masjid, dan aktivitas lainnya”, papar Nora.

Sementara itu, salah satu pedagang bernama Amirudin mengaku sudah menyiapkan beraneka menu untuk para kulinerista. Misalnya, rendang, kalio ayam, tauco, asam pedas, ayam balado, dan ayam bumbu.

“Menu andalan kalio ayam dan ayam bumbu”, ujar Amirudin.**