Wonderful Sail Anambas to Natuna 2017 Diikuti 28 Kapal Yacht Mancanegara

Wonderful Sail Anambas to Natuna 2017 Diikuti 28 Kapal Yacht Mancanegara

JAKARTA – Puluhan yacht dari berbagai negara akan singgah di Pulau Anambas dan Natuna pada acara Wonderful Sail Anambas to Natuna 2017 pada 6-15 Juni 2016. Acara Reli Layar Internasional yang dapat dukungan dari Kementerian Pariwisata ini diikuti 28 yacht yang membawa 150 orang wisatawan mancanegara (wisman).

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti yang didampingi Kabid Promosi Wisata Bahari Kementerian Pariwisata Florida Pardosi menjelaskan, acara tersebut merupakan kolaborasi dengan Sail Malaysia Passage to the East, yaitu kegiatan reli layar yang berangkat dari Langkawi sampai ke Sandakan di Sabah, pantai utara Pulau Kalimantan.

“Pelaksanaannya telah berjalan tiga tahun dan berkolaborasi dengan Sail Malaysia Passage to the East yang melintas dari Ioman ke Sabah. Kapal yacht itu sedang berlayar ke Kepulauan Anambas diperkirakan akan tiba pada 6-10 Juni, setelah sampai di Anambas para peserta akan Clearance Process dan disambut dengan Gala Dinner, setelah itu kapal akan kembali berlayar ke Natuna pada 12-15 Juni,” ujar Esthy yang di amini Florida di Jakarta, Sabtu (3/6).

Esthy menjelaskan, Sail Kepulauan Anambas dan Natuna ini bekerja sama dengan pemerintah daerah dua kabupaten tersebut. Memiliki misi untuk mempromosikan Kabupaten Anambas dan Natuna sebagai zona tujuan pelayaran wisata dunia, dan juga memotivasi pembangunan infrastruktur wisata bahari.

“Wonderful Sail Anambas to Natuna 2017 selain mempromosikan potensi bahari kedua Kabupaten tersebut, event itu memberikan dampak ekonomi langsung ke masyarakat, memberi dampak informal edukasi bagi generasi muda terkait potensi bahari dan tentunya menjadikan Indonesia sebagai Best Sailing Ground in Asia,” ujar Esthy.

Florida menambahkan, setelah adanya penetapan Anambas sebagai pintu masuk maka banyak kapal yang mengujungi daerah ini. Hal tersebut merupakan bukti nyata bahwa reli layar adalah promosi yang kuat untuk dijadikan destinasi, sekaligus motivasi bagi pengembangan wisata bahari di daerah tersebut. Terkait teknis dan surat perizinan CAIT pelayaran, pihaknya berkordinasi dengan panitia Sail Malaysia untuk mengurus perizinan tersebut.

“Peserta rally membutuhkan izin cruise untuk singgah di Anambas dan Natuna, hal ini akan diurus oleh panitia Sail Malaysia. Peserta diwajibkan mengisi formulir khusus yang meliputi copy registrasi boat, copy dari foto boat beserta nama yang tertera, copy paspor dan skipper foto,” ujar Florida.

Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpor) Kabupaten Kepulauan Anambas, Iwan K. Roni mengatakan, puluhan kapal yacht yang singgah di Anambas merupakan peserta dari even Sail Malaysia Passage to The East 2016 yang berlangsung hampir setiap tahunnya.

“Sejumlah persiapan dilakukan mulai dari tarian penyambutan hingga rangkaian kegiatan lainnya selama berada di Anambas. Peserta rally yacht nantinya akan melakukan diving dan snorkeling di Pulau Penjalin, berkeliling Kota Tarempa, serta diperkenalkan kuliner dan kerajinan khas Anambas,” ujar Iwan.

Menteri Pariwisata mengatakan, Wonderful Sail Anambas to Natuna 2017 itu kabar baik dari pasar wisata yacht yang sedang digarap Kemenpar. Sejumlah program reli layar kapal yacht disiapkan untuk menarik kunjungan 1.000 yacht tahun ini. Selain membangun segitiga yacht dan cruise antara Sabang-Langkawi-Phuket, tiga negara dalam satu aktivitas sailing, Kemenpar juga ikut menyiapkan program reli layar kapal yacht.

Menteri asal Banyuwangi itu terlihat serius dalam menggarap pasar wisata yacht. Dia tak ingin terus-terusan berada di bawah bayang-bayang Singapura yang disambangi sekitar 4.000 yacht per tahun.

Tarifnya parkir yacht Negeri Singa Putih sebesar rata-rata SGD 1.500 per yacht, ingin buru-buru digeser ke Indonesia. Begitu juga dengan biaya perawatan dan ongkos kebutuhan hidup yachter dan awak kapal sehari-hari.

“Kalau mereka suda terbius ke Indonesia, saya ingin lenght of stay-nya akan sangat panjang. Wisata bahari kita kelas dunia semua. Sea zone, coastal zone dan under waternya banyak yang masuk top 3, bahkan terbaik dunia,” ungkap Menpar Arief Yahya.(*)